Menurut Andy, para investor masih menunggu kesiapan infrastruktur dasar sebelum memulai pembangunan proyek mereka. Karena itu BPOLF saat ini mempercepat penyediaan fasilitas penunjang seperti jalan, jaringan listrik, dan sistem air bersih.
Ia menjelaskan sebagian infrastruktur sudah mulai tersedia, terutama akses jalan dan jaringan listrik. Namun untuk jaringan air bersih melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) masih dalam tahap persiapan.
Menurutnya, jika seluruh persyaratan dasar tersebut terpenuhi, investasi di Parapuar diperkirakan mulai berjalan dalam waktu dekat.
Kawasan Parapuar dirancang sebagai pusat aktivitas wisata baru yang melengkapi destinasi utama di Labuan Bajo.
Beberapa fasilitas yang direncanakan antara lain hotel, sarana olahraga, area berkemah (camping ground), pusat perbelanjaan, serta berbagai fasilitas rekreasi lainnya.
“Jika investasi berjalan, Parapuar akan menjadi ikon baru Labuan Bajo,” ujar Andy.
Pengembangan kawasan ini juga diharapkan memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal di sekitar Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan