LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahun Anggaran 2026.

Program yang dilaksanakan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM Manggarai Barat tersebut menyiapkan 160 peserta untuk 10 jenis pelatihan.

Kepala DisnakertranskopUKM Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, mengatakan pelatihan dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang semakin berkembang seiring pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah tersebut.

“Tujuannya untuk menurunkan angka pengangguran, membekali pencari kerja, serta mencetak tenaga kerja yang siap pakai atau siap berwirausaha sesuai kebutuhan industri,” kata Fatinci, Kamis (8/10/2026).

Menurut dia, kebutuhan dunia kerja saat ini tidak cukup hanya dipenuhi dengan ijazah. Tenaga kerja juga harus memiliki keterampilan praktis dan kompetensi yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang tersedia.

Karena itu, PBK tidak sekadar memberikan pembelajaran secara teoritis. Peserta akan mendapatkan penguatan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang disesuaikan dengan standar industri maupun tempat kerja.

“Jadi, pelatihan ini bukan sekadar menghabiskan waktu di kelas. Seluruh peserta akan diasah pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka sesuai dengan standar dunia kerja,” ujarnya.

Untuk memperluas pilihan bagi masyarakat, UPTD BLK Manggarai Barat menyediakan 10 jenis pelatihan yang mencakup sektor jasa, pariwisata, kuliner, teknik hingga ekonomi kreatif.

Pelatihan tersebut terdiri atas Pemeliharaan dan Perbaikan AC, Restaurant Service, Pengolahan Ikan, English for Frontliner, Menjahit Pakaian dengan Mesin, Plate Welder SMAW IG/PA – Teknik Las, Junior Makeup Artist, Tata Boga, Tour Guide, serta Pembuatan Konten Pemasaran Berbasis Aplikasi.

Ragam program tersebut membuka peluang bagi peserta untuk memilih keterampilan sesuai minat maupun kebutuhan pasar kerja.

Selain dipersiapkan memasuki dunia industri, peserta juga diarahkan agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan menjadi modal usaha secara mandiri.

Fatinci mengatakan program PBK merupakan bagian dari program pelatihan kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI yang dibiayai melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Bagi masyarakat Manggarai Barat, program tersebut menjadi salah satu ruang untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, terutama menghadapi perkembangan sektor pariwisata Labuan Bajo.

Pelatihan Gratis, Pendaftaran hingga 24 Oktober

Seluruh program pelatihan diselenggarakan secara gratis oleh UPTD BLK DisnakertranskopUKM Manggarai Barat.

Calon peserta harus berusia minimal 17 tahun, memiliki KTP, merupakan lulusan SMA/SMK/MA sederajat serta bersedia mengikuti pelatihan dari awal sampai selesai.

Peserta juga harus memiliki akun Siapkerja. Bagi yang belum memiliki akun, pembuatan dapat dilakukan terlebih dahulu dengan mengikuti tutorial melalui Instagram BLK Manggarai Barat.

Selain itu, calon peserta diwajibkan memiliki Kartu Pencari Kerja atau Kartu Kuning yang dikeluarkan oleh Dinas NakertranskopUKM.

Pendaftaran dilakukan secara online melalui bit.ly/pelatihanblkmabar2026 dan peserta dapat memilih jenis pelatihan sesuai minat.

Pendaftaran telah berlangsung sejak 5 Oktober dan ditutup pada 24 Oktober 2026.

Fatinci mengajak masyarakat usia produktif untuk memanfaatkan kesempatan tersebut sebagai langkah meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperbesar peluang memasuki pasar kerja.

“Di tengah perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Labuan Bajo ini, kebutuhan terhadap tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan nyata dan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja, menjadi semakin penting,” katanya.

Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kemampuan peserta, tetapi dapat berdampak pada terbukanya peluang kerja dan usaha baru di Manggarai Barat.**