“Sebagai generasi muda, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Kita harus berani tampil dan mengambil peran dalam menentukan arah pembangunan desa,” tegasnya.
Sukarman menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam kepemimpinan desa menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi dan energi baru dalam tata kelola pemerintahan desa.
Menurutnya, kepemimpinan ke depan harus mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus memastikan bahwa pembangunan yang terjadi benar-benar menyentuh masyarakat.
“Kalau kita tidak mulai dari sekarang, kapan lagi? Desa butuh ide-ide baru dan keberanian untuk berubah,” ujarnya.
Pernyataan Sukarman ini menjadi sinyal awal dinamika politik desa di Golo Mori menjelang Pilkades 2026. Kehadiran figur muda diperkirakan akan memberi warna baru dalam kontestasi, sekaligus membuka ruang kompetisi yang lebih sehat dan partisipatif.
Kesiapan Sukarman mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran politik di kalangan generasi muda desa.
Ke depan, Pilkades Golo Mori diprediksi tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum mendorong regenerasi kepemimpinan desa, memperkuat partisipasi masyarakat, serta memastikan arah pembangunan desa lebih inklusif dan berkelanjutan.**






Tinggalkan Balasan