Saat ini, terdapat tiga kapal yang aktif beroperasi di Labuan Bajo, yakni KM Tilong Kabila, KM Binaiya, dan KM Wilis. Sementara satu kapal lainnya, KM Leuser, dialihkan untuk melayani rute Jawa–Kalimantan.

Fanny menjelaskan, pihaknya tidak mengurangi layanan, melainkan melakukan penyesuaian frekuensi pelayaran untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.

Untuk mengantisipasi lonjakan, Pelni juga menerapkan kebijakan dispensasi penumpang dari Kementerian Perhubungan. Kebijakan ini memungkinkan penambahan kapasitas angkut di luar kuota normal, dengan tetap mengikuti aturan keselamatan.

“Kami dibantu dengan kebijakan dispensasi penumpang. Selama masih sesuai aturan, kami tetap melayani penjualan tiket hingga kapal berangkat,” kata Fanny.

Terkait operasional saat Hari Raya Idul Fitri, Pelni juga menyesuaikan jadwal keberangkatan kapal. “Kru juga membutuhkan waktu untuk melaksanakan salat Idul Fitri, jadi pelayanan akan dilanjutkan setelah itu,” ujarnya.**