“Ini menjadi saya tarik tersendiri anak-anak usia dini akan tampil bermain caci, tarian dan bermain musik yang selama ini dilakukan oleh orang dewasa,” jelas Mardani.
Menurut Mardani, melibatkan anak usia dini dalam kegiatan seni tradisional memiliki tantangan tersendiri karena memerlukan pendekatan khusus yang sesuai dengan dunia anak-anak.
Namun, tambahnya, langkah tersebut dinilai strategis untuk membangun fondasi kecintaan terhadap budaya lokal sejak awal.
“Memilih anak usia dini memang tidak mudah. Butuh kesabaran dan metode yang disesuaikan dengan dunia anak-anak. Tetapi kami ingin nilai-nilai budaya Manggarai, termasuk caci, musik, dan tarian tradisional, ditanamkan sejak awal sebagai bentuk mempersiapkan generasi mendatang dan memastikan ada penerus budaya,” katanya.
Ia menambahkan, panitia juga tengah mengupayakan kehadiran Direktur Jenderal Kebudayaan pada puncak kegiatan agar dapat menyaksikan langsung penampilan para peserta sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi pelaku seni tradisional Manggarai.**





Tinggalkan Balasan