LABUANBAJOVOICE.COM — Peta persaingan menuju kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kian mengerucut. Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, secara resmi mendaftarkan diri dalam seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekda Provinsi NTT sejak panitia membuka pendaftaran pada Rabu, 03 Desember 2025.

Keikutsertaan pejabat strategis dari Manggarai Barat tersebut dibenarkan langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTT, Yosef Rasi, S.Sos., M.Si., saat memberikan keterangan kepada media di Labuan Bajo, Rabu (17/12/2025).

“Ya, mendaftar pada saat setelah pembukaan tanggal 03 Desember 2025,” ujar Kepala BKD NTT.

Menurut Yosef, sejak pendaftaran resmi dibuka, animo peserta seleksi JPT Madya cukup tinggi. Tercatat 13 orang pelamar yang berasal dari pejabat lingkup Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten, hingga pejabat eksternal.

“Pelamar sampai saat ini sudah 13 orang, selain Sekda Mabar, juga Sekda Sikka dan pejabat eksternal lingkup Pemprov NTT,” ungkapnya.

Namun demikian, dari total 13 pelamar tersebut, hanya 10 peserta yang dinyatakan telah melengkapi seluruh berkas administrasi sesuai ketentuan.

Sementara tiga pelamar lainnya yang berasal dari luar NTT tidak melengkapi dokumen hingga batas waktu yang ditetapkan.

“3 peserta dari luar NTT belum melengkapi bahan,” tegas Yosef.

Ia menegaskan bahwa ketiga pelamar tersebut secara otomatis gugur pada tahap administrasi karena melewati tenggat waktu pendaftaran.

“Lewati waktu, dengan sendirinya gugur administrasi,” jelasnya.

Yosef menambahkan, pendaftaran seleksi JPT Madya Sekda Provinsi NTT ditutup pada Rabu, 17 Desember 2025 pukul 23.59 Wita. Selanjutnya, panitia seleksi akan melakukan verifikasi dan penilaian administrasi terhadap seluruh berkas yang masuk.

Adapun pengumuman hasil seleksi administrasi bagi peserta yang dinyatakan Memenuhi Syarat (MS) dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025.

Tahapan seleksi lanjutan akan segera dilaksanakan setelah pengumuman tersebut.

“Seleksi akan dilaksanakan pasca pengumuman peserta yang MS administrasi,” ujar Yosef.

Seleksi terbuka JPT Madya Sekda Provinsi NTT ini menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan birokrasi di tingkat provinsi.

Proses yang terbuka dan kompetitif diharapkan mampu melahirkan Sekda Provinsi yang profesional, berintegritas, serta memiliki kapasitas manajerial dan kepemimpinan strategis untuk mengawal agenda pembangunan NTT ke depan.

Berdasarkan data BKD Provinsi NTT, berikut 10 pelamar yang berkas lamarannya dinyatakan lengkap, yakni:

1. Adrianus Firminus Parera, Sekda Kabupaten Sikka;

2. Fransiskus Sales Sodo, Sekda Kabupaten Manggarai Barat;

3. Alfonsus Theodorus, Kepala Bapperida Provinsi NTT;

4. Ruth Diana Laiskodat, Kepala Dinas PPPA dan KB Provinsi NTT;

5. Noldy Hosea Pellokila, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT;

6. Henderina Sintiche Laiskodat, Kepala BPSDM Provinsi NTT;

7. Petrus Seran Tahuk, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Politik dan Pemerintahan;

8. Kanisius H.M. Mau, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT;

9. Linus Lusi, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Perekonomian;

10. Servulus Bobo Riti, salah satu Direktur dari Kementerian.

Dengan mengerucutnya jumlah pelamar pada tahap administrasi, persaingan menuju jabatan Sekda Provinsi NTT dipastikan semakin ketat.

Publik kini menanti hasil seleksi lanjutan yang akan menentukan figur birokrat kunci dalam mengawal kebijakan dan pembangunan Nusa Tenggara Timur pada masa mendatang.**