Dalam agenda program kerja, PSSI Manggarai Barat menargetkan penguatan pembinaan usia dini melalui kompetisi U-14 dan U-17, dengan pendekatan berbasis sekolah.

“Untuk U-17, rata-rata pemain berasal dari SMA. Karena itu, kami akan mulai dari sekolah-sekolah agar proses pembinaan lebih terarah dan berkelanjutan,” jelas Yono.

Koordinasi dengan instansi pendidikan dan sekolah sepak bola (SSB) akan diperkuat agar proses seleksi dan pembinaan berjalan sistematis, sekaligus memudahkan administrasi bagi peserta.

Kongres juga menyoroti peluang Manggarai Barat menjadi tuan rumah penyelenggaraan sepak bola putri tingkat provinsi. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari arahan PSSI NTT kepada pengurus kabupaten.

“Ada peluang Manggarai Barat menjadi tuan rumah sepak bola putri. Ini harus kita persiapkan serius, baik dari sisi organisasi, pembinaan atlet, maupun dukungan anggaran,” ungkap Yono.

Pengembangan Liga Putri dan partisipasi dalam ajang resmi menjadi prioritas, mengingat potensi besar pesepak bola putri di wilayah Labuan Bajo dan sekitarnya.