Safer, demikian ia akrab disapa menjelaskan PGWI DPW Labuan Bajo menyambut baik kolaborasi bersama BPOLBF, sehingga melalui komitmen bersama dapat meningkatkan pengembangan berbagai potensi spot geowisata di Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Kita tahu bahwa kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo semakin tinggi tiap tahunnya. Nah, kami ingin mendorong agar distribusi wisatawan tidak hanya ke kawasan Taman Nasional Komodo, akan tetapi menyebar ke wilayah daratan di Labuan Bajo, Flores,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PGWI DPW Labuan Bajo Fiktorianus Afri dalam audiensi menyampaikan PGWI DPW Labuan Bajo tidak sekadar organisasi yang secara kelembagaan menjadi instrumen bagi para pemandu geowisata agar mampu menjelaskan sejarah bumi dan keunikan alam secara bertanggung jawab, akan tetapi pada aspek lainnya menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan dan mengembangkan kawasan geopark atau geosite di Labuan Bajo, Flores.

Ia menjelaskan dalam kerja organisasi, PGWI Labuan Bajo dalam tahun 2026 telah melakukan berbagai kegiatan seperti inspeksi lokasi geowisata di Taman Indah Mangrove Teluk Terang (TIMT), Kecamatan Boleng dan geocamp di Desa Warloka Pesisir.