Adapun Paskah, tambah Bupati Endi, menjadi simbol kemenangan kehidupan atas penderitaan, sekaligus harapan baru bagi umat manusia.

Sementara itu, Wakil Bupati Weng menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Manggarai Barat.

Menurutnya, pesan Tri Suci relevan tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh masyarakat.

“Semangat pengorbanan dan kasih dalam Tri Suci harus menjadi inspirasi untuk mempererat persatuan, saling menghormati, dan menjaga kedamaian di daerah kita,” kata Weng.

Pemerintah daerah juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya merayakan secara seremonial, tetapi memahami makna mendalam dari setiap prosesi ibadah.

Edukasi nilai-nilai spiritual dinilai penting untuk membentuk karakter masyarakat yang berintegritas dan berempati.

Di tengah perkembangan daerah yang semakin pesat, khususnya sebagai destinasi pariwisata unggulan, Pemkab Manggarai Barat berharap nilai-nilai Tri Suci tetap menjadi fondasi moral dalam kehidupan sosial.

Perayaan Paskah tahun ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dalam semangat membangun daerah yang inklusif, damai, dan berkelanjutan.**