“Diperkirakan angkutan lebaran 2026 untuk penerbangan domestic dan internasional sebanyak 50.705 penumpang atau naik sekitar 3% dari angkutan lebaran 2025 yang sebesar 49.250 penumpang,” katanya.

BPOLBF berharap peningkatan jumlah penumpang ini dapat mendorong pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi, baik di kawasan Taman Nasional Komodo maupun wilayah daratan (mainland) Labuan Bajo dan sekitarnya.

“Melalui data tersebut target peningkatan kunjungan ke Labuan Bajo selama puncak arus lebaran 2026, tanggal 13 – 29 Maret 2026, kami harapkan dapat mengisi pergerakan dan aktivitas pada destinasi-destinasi wisata yang ada di Labuan Bajo dan sekitarnya,” ujar Andy.

Menurutnya, distribusi kunjungan wisatawan perlu merata agar tidak terjadi penumpukan di satu titik destinasi serta memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Seiring proyeksi peningkatan penumpang tersebut, BPOLBF telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif, termasuk penguatan koordinasi lintas sektor, pengawasan destinasi, serta penyediaan posko terpadu dan layanan informasi wisata.