“Atas dasar itu, sektor pariwisata masih menjadi tulang punggung utama PAD Manggarai Barat,” tegasnya.
Dalam menghadapi tahun 2026, Bapenda Manggarai Barat akan melakukan sejumlah pembenahan internal dan inovasi layanan.
Salah satunya adalah mengusulkan perubahan struktur organisasi dengan menambahkan bidang khusus, yakni Bidang Pengelolaan Sistem Informasi Pendapatan Daerah, untuk mengakselerasi elektronifikasi pelayanan pajak dan retribusi.
Tak hanya itu, Bapenda juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah sebagai langkah kolaboratif lintas sektor.
“Inovasi lain adalah pembentukan Satgas Optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah. Stakeholder-nya banyak, karena peningkatan PAD adalah hasil kolaborasi semua dinas yang membuka akses dan menciptakan iklim investasi,” tambah Yuliana.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar perangkat daerah dalam mendukung iklim investasi sekaligus meningkatkan kepatuhan pajak.
Di sisi penertiban, fokus akan diberikan pada pendataan objek pajak baru, khususnya di sektor pertambangan mineral bukan logam dan batuan (galian C).





Tinggalkan Balasan