LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui inovasi digital dan penguatan ekosistem pangan lokal.

Upaya ini ditegaskan langsung oleh Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, saat menghadiri kegiatan Pengarahan dan Evaluasi Program MBG di Labuan Bajo, Rabu (08/04/2026).

Kegiatan yang dipimpin Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III, Rudi Setiawan, tersebut diikuti secara hybrid oleh para pemangku kepentingan, termasuk Sekda Manggarai Barat Fransiskus S. Sodo, pimpinan OPD, serta seluruh kepala SPPG, yayasan, dan mitra se-Flores dan Lembata.

Dalam forum itu, Bupati Endi menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan program nasional tersebut.

“Program ini merupakan jawaban konkret atas cita-cita Presiden (Prabowo Subianto) untuk pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial,” ujar Bupati Edi.

Sebagai bentuk konkret sinergi, Pemkab Manggarai Barat menghadirkan dua aplikasi utama, yakni Aplikasi Natas Harga dan Aplikasi MBG.

Aplikasi Natas Harga difungsikan untuk memantau harga bahan makanan secara harian oleh tim Dinas Perindagkop. Data yang terkumpul menjadi acuan bagi dapur pelaksana program.

“Sistem alarm otomatis akan memberikan peringatan jika ada dapur yang menetapkan harga melebihi standar. Inovasi ini dirancang untuk mencegah inflasi yang tidak terkendali dan menjaga stabilitas harga,” ujar Bupati Endi.

Sementara itu, Aplikasi MBG digunakan untuk memonitor asal-usul bahan baku pangan, baik dari dalam maupun luar daerah.

“Jika terlalu banyak bahan baku dibeli dari luar kabupaten atau provinsi, data tersebut menjadi masukan berharga untuk pengambilan kebijakan,” kata Bupati Edistasius.

“Lebih penting lagi, aplikasi ini mendorong petani lokal untuk menyiapkan pangan dan membangun ekosistem pertanian lokal yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Politisi NasDem itu juga menekankan bahwa program MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi solusi komprehensif bagi perekonomian daerah.

“Dengan demikian, program ini menjadi solusi komprehensif yang menguntungkan semua pihak.” ujarnya.

Program ini memberikan kepastian pasar bagi petani dan peternak lokal, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika pasar.

Selain itu, Pemkab Manggarai Barat juga membangun rumah potong unggas berlabel halal guna menjamin kualitas dan keamanan protein hewani dalam program.

Pelaksanaan MBG di Manggarai Barat bertumpu pada tiga aspek utama yaitu anti-inflasi melalui pengawasan harga berbasis aplikasi, penguatan ekonomi lokal dengan kepastian pasar, dan kepastian halal melalui infrastruktur pangan berkualitas.

Secara jangka panjang, program ini diarahkan untuk mengurangi kesenjangan desa-kota dan antarwilayah, sekaligus mendorong pembangunan yang merata dan berkeadilan sosial.

Pada kesempatan itu, Brigjen TNI Rudi Setiawan menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Transparansi dan kepatuhan standar harus menjadi prinsip utama agar program MBG tepat sasaran melalui proses validasi data penerima manfaat yang komprehensif, termasuk peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” tegasnya.

Kehadiran langsung Bupati Endi dalam kegiatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawal program strategis nasional tersebut.

Dengan dukungan inovasi digital, penguatan rantai pasok lokal, dan komitmen pada keadilan sosial, Manggarai Barat berpeluang menjadi model implementasi Program MBG di wilayah Flores dan Lembata.**