“Lahan ini murni hibah masyarakat, bukan jual beli. Masyarakat menyadari manfaat jangka panjang sekolah ini, sehingga mendukung penuh,” kata Alvin.
Konsep Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Manggarai Barat, lanjut Alvin, mengadopsi model pendidikan berasrama seperti seminari, memadukan pendidikan akademik dan pembinaan karakter.
Seluruh kebutuhan siswa, katanya, mulai dari seragam, makan, hingga tempat tinggal, akan disediakan secara gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu namun memiliki kemampuan akademik baik.
“Sekolah ini bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045, sekaligus mengatasi kemiskinan melalui pendidikan berkualitas yang dapat diakses tanpa biaya tinggi,” jelasnya.
Alvin menegaskan, meskipun teknis pembangunan dan pengelolaan berada di bawah kementerian, Dinas Sosial Kabupaten tetap akan berperan dalam monitoring, evaluasi, dan koordinasi di tingkat daerah.
Untuk tahap awal, sambungnya, sosialisasi telah dilakukan bersama tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kecamatan setempat. Sosialisasi lebih luas akan digelar setelah penetapan resmi.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan