“Untuk keluarga korban, saya atas nama pribadi dari hati yang paling dalam turut berduka cita atas kejadian ini,” tutur Endi.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa operasi SAR telah berlangsung selama 15 hari berturut-turut dengan berbagai upaya maksimal.

Ia menyebutkan, selama operasi berlangsung, Tim SAR Gabungan melakukan perluasan area pencarian, penambahan peralatan sonar, penambahan personel penyisiran dan penyelam, serta pengerahan alutsista laut dan udara secara optimal.

“Namun hingga hari ke-15, 1 WNA Spanyol belum bisa ditemukan dan dinyatakan hilang,” kata Fathur.

Meski demikian, Fathur menegaskan bahwa operasi SAR dapat kembali dibuka apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda atau informasi baru terkait keberadaan korban yang belum ditemukan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang telah bersinergi dalam satu tujuan kemanusiaan.

“Semoga melalui operasi SAR ini, mari kita semua bersama-sama untuk melakukan perbaikan dalam bidang keamanan pariwisata di Labuan Bajo, dan Basarnas khususnya Pos SAR Manggarai Barat akan selalu siap sedia untuk mendukung kemananan tersebut,” ungkapnya.