“Sehingga begitu ada terjadi bencana, kita semua bisa tahu. Kepala Desa kan bisa kirimkan langsung laporan bencana kedalam group. Jadi, sekarang dalam penanganan bencana ini kolaborasinya jalan baik. Bukan hanya kita yang tangani, tapi teman-teman dari kepolisian, TNI juga,” kata dokter Weng.
Lebih lanjut, politisi Gerindra itu menegaskan bahwa keberadaan grup WA ini membuat Pemda tidak lagi harus menunggu rapat formal untuk mengambil tindakan awal saat bencana terjadi.
“Begitu ada bencana, bergerak. Lalu kemudian untuk administrasinya tetap kepala desanya kemudian mengirimkan laporan tertulis kepada Bupati dan tebusan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Nanti ditindak lanjuti,” ujarnya.
Langkah ini dinilai efektif karena respons lapangan dapat dilakukan secara cepat, sementara aspek administrasi tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
Wabup dua periode itu mencontohkan, apabila terjadi rumah warga yang miring akibat bencana, Pemda akan segera memberikan bantuan darurat.
Begitu pula jika terjadi longsor yang memutus akses jalan, maka alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung dikerahkan.





Tinggalkan Balasan