Ia menerangkan, masyarakat dapat menyerahkan bantuan melalui kantor-kantor cabang PELNI. Selanjutnya, PELNI mengangkut bantuan tersebut menuju pelabuhan terdekat dari wilayah terdampak tanpa memungut biaya pengiriman.

Untuk pengiriman bantuan kali ini, PELNI menyiapkan lima kontainer. Berdasarkan penjelasan Heri, setiap kontainer memiliki kapasitas muatan rata-rata sekitar 20 ton, meskipun jumlah tersebut merupakan kapasitas atau perkiraan muatan, bukan berat bersih bantuan yang telah dipastikan.

Heri mengatakan, bantuan direncanakan langsung didistribusikan pada hari penyerahan. Penyalurannya akan melibatkan sejumlah instansi, termasuk TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Pelindo, BPBD, dan KSOP Labuan Bajo.

Menurutnya, keterlibatan personel TNI diperlukan karena memiliki sarana dan prasarana untuk menjangkau daerah-daerah terdampak yang mungkin sulit dilayani dengan fasilitas pemerintah daerah yang terbatas.

“Jadi semuanya ini murni bantuan, gratis biayanya,” ujarnya.

Bantuan tersebut direncanakan menjangkau sejumlah wilayah di Flores, antara lain Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Nagekeo.