Aplikasi tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk mengecek jadwal, melihat ketersediaan tiket, melakukan pemesanan, serta memastikan data perjalanan sebelum calon penumpang tiba di pelabuhan.
Penggunaan kanal resmi juga menjadi langkah penting untuk memastikan calon penumpang memperoleh tiket yang sah dan sesuai dengan data perjalanan.
Fanny mengatakan, masyarakat sebaiknya tidak tergiur tawaran tiket dari pihak yang tidak memiliki kewenangan dalam penjualan tiket, terutama apabila menawarkan harga atau proses pembelian yang tidak jelas.
“Jangan sampai keinginan untuk mendapatkan tiket dengan cepat justru membuat masyarakat mengalami kerugian. Kami ingin setiap penumpang mendapatkan tiket secara aman, resmi, dan sesuai dengan identitas dirinya. PELNI Mobile dapat menjadi pilihan untuk melakukan pemesanan secara mandiri tanpa harus melalui pihak yang tidak memiliki kewenangan,” tambahnya.
Selain persoalan keaslian tiket, calon penumpang juga diminta memastikan rute, jadwal keberangkatan, dan data lainnya telah diisi dengan benar sebelum transaksi diselesaikan.





Tinggalkan Balasan