LABUANBAJOVOICE.COM – Seorang remaja berusia 14 tahun bernama Armada W. Jeferson, pelajar kelas II SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng, dilaporkan tenggelam di lokasi wisata Air Terjun Tiwu Pai, Desa Wontong, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Insiden nahas tersebut terjadi pada Minggu (11/1/2026) dan hingga Senin (12/1/2026) sore, korban belum berhasil ditemukan.
Proses pencarian kini telah memasuki hari kedua, namun Tim SAR Gabungan menghadapi tantangan berat di lapangan. Kondisi sungai yang keruh, berarus deras, serta debit air yang meningkat menjadi faktor utama yang menghambat upaya evakuasi korban.
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan kejadian.
“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat diberangkatkan menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi dan pagi ini Tim Rescue bersama potensi SAR yang berada di lokasi kejadian melaksanakan proses pencarian,” ujar Fathur kepada awak media, Senin (12/1/2026).
Menurut Fathur, pencarian dilakukan secara intensif dengan metode penyelaman dan penyisiran aliran sungai di sekitar air terjun.
“Pencarian dilakukan penyelaman sedalam 3–5 meter serta penyisiran di aliran sungai air terjun Tiwu, namun hingga pukul 15.00 Wita pencarian korban masih nihil,” ungkapnya.
Berdasarkan informasi yang diterima Pusat Komunikasi Kantor SAR Maumere, peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (11/1/2026) pukul 08.00 Wita, saat korban bersama 11 orang rekannya berangkat menuju Air Terjun Tiwu Pai untuk berlibur.
Korban diketahui berasal dari Orong Lembor, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat. Saat berada di lokasi wisata, korban dan teman-temannya sempat berenang di sekitar area air terjun.
“Namun pada pukul 09.30 Wita korban melompat ke dalam air terjun Tiwu dan tenggelam,” terang Fathur.
Diduga kuat, korban terseret arus deras sesaat setelah melompat ke dalam air dan tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya. Teman korban sempat melakukan pencarian secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan pihak SAR.
Air Terjun Tiwu Pai dikenal memiliki kontur bebatuan licin dan arus yang berubah-ubah, terutama saat curah hujan tinggi.
Pada saat kejadian hingga proses pencarian berlangsung, kondisi sungai dilaporkan tidak stabil, dengan jarak pandang di dalam air sangat terbatas.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat terus melakukan evaluasi lapangan guna menentukan strategi lanjutan pencarian, termasuk kemungkinan perluasan area penyisiran ke hilir sungai.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya pengunjung lokasi wisata alam, agar lebih waspada terhadap potensi bahaya, terutama di area air terjun dan sungai dengan arus deras.
Pengawasan terhadap anak-anak dan remaja saat berwisata di alam terbuka menjadi hal yang sangat krusial.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian korban akan dilanjutkan besok, dan pihak keluarga berharap Armada W. Jeferson dapat segera ditemukan.**






Tinggalkan Balasan