Air Terjun Tiwu Pai dikenal memiliki kontur bebatuan licin dan arus yang berubah-ubah, terutama saat curah hujan tinggi.
Pada saat kejadian hingga proses pencarian berlangsung, kondisi sungai dilaporkan tidak stabil, dengan jarak pandang di dalam air sangat terbatas.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat terus melakukan evaluasi lapangan guna menentukan strategi lanjutan pencarian, termasuk kemungkinan perluasan area penyisiran ke hilir sungai.
Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi masyarakat, khususnya pengunjung lokasi wisata alam, agar lebih waspada terhadap potensi bahaya, terutama di area air terjun dan sungai dengan arus deras.
Pengawasan terhadap anak-anak dan remaja saat berwisata di alam terbuka menjadi hal yang sangat krusial.
Hingga berita ini diterbitkan, pencarian korban akan dilanjutkan besok, dan pihak keluarga berharap Armada W. Jeferson dapat segera ditemukan.**






Tinggalkan Balasan