
“Kegiatan ini bukan hanya untuk pegawai, tapi saya sendiri sebagai direktur juga akan ikut menjalani asesmen. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami agar semua posisi diisi sesuai kapasitas dan kemampuan. Harapannya, proses ini bisa menciptakan budaya kerja yang sehat, adil, dan profesional di tubuh PDAM,” jelas Endo.
Ia juga menegaskan bahwa anggaran pelaksanaan kegiatan ini bersumber dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PDAM tahun 2025, dan dirancang sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun organisasi yang akuntabel dan kompeten.
Menurut Endo, hasil asesmen akan digunakan sebagai rujukan dalam rotasi, promosi, maupun pengembangan kapasitas pegawai di masa mendatang. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti proses asesmen secara serius, tanpa rasa takut, karena tujuan utamanya adalah perbaikan dan penguatan organisasi, bukan mencari kesalahan individu.
Ovan Adu kembali menekankan bahwa asesmen ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik di lingkungan BUMD, sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Manggarai Barat, khususnya dalam pelayanan dasar seperti penyediaan air bersih bagi masyarakat.
“Jangan ragu untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ini bukan soal siapa lebih disukai, tapi siapa yang benar-benar siap dan layak berdasarkan kompetensinya,” tutup Ovan.
Dengan adanya kegiatan ini, PDAM Wae Mbeliling diharapkan menjadi contoh bagi BUMD lain dalam mendorong profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam tata kelola kelembagaan.
Penulis: Hamid





Tinggalkan Balasan