“BPOLBF juga mendukung penguatan kualitas kunjungan (quality tourism) dengan mendorong wisatawan yang lebih peduli terhadap lingkungan, serta mengedepankan edukasi kepada pelaku usaha dan wisatawan terkait praktik wisata yang bertanggung jawab.” ujarnya.

Menurut Andy, perubahan pola konsumsi wisata dari mass tourism ke quality tourism menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan destinasi dalam jangka panjang.

BPOLBF juga menekankan pentingnya edukasi kepada pelaku usaha pariwisata, pemandu wisata, serta wisatawan. Edukasi ini mencakup praktik wisata ramah lingkungan, pengelolaan sampah, hingga perlindungan terhadap flora dan fauna di kawasan TNK.

Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, otoritas taman nasional, pelaku usaha, hingga komunitas lokal menjadi fondasi dalam implementasi kebijakan berkelanjutan.**