LABUANBAJOVOICE.COM – Pemerintah Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, melaksanakan panen jagung perdana yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Liang Ndara Jaya, Jumat (30/1/2026).
Panen ini menjadi bagian dari implementasi program ketahanan pangan desa yang didukung melalui Dana Desa dan diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes., didampingi Anggota DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Turut hadir, Camat Mbeliling John Hibur, Kepala Desa Liang Ndara Karolus Vitalis, jajaran pemerintah daerah dan kecamatan, tokoh adat, pengurus BUMDes, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Liang Ndara, Karolus Vitalis, menjelaskan bahwa pada tahun anggaran 2025 pemerintah desa menetapkan ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas utama penggunaan Dana Desa.
Kebijakan tersebut, kata dia, kemudian diwujudkan dengan penyertaan modal kepada BUMDes Liang Ndara Jaya sebesar Rp140 juta untuk mengelola usaha pertanian jagung.
“Dana tersebut digunakan untuk pembukaan lahan, pengadaan bibit, pembiayaan tenaga kerja, pengadaan peralatan produksi, serta pembangunan pondok kerja di lokasi pertanian. Luas lahan yang dikelola mencapai 2,8 hektare dengan hasil panen awal sekitar 7,3 ton per hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan panen ini masih berada pada tahap perintisan. Meski demikian, hasil awal tersebut dinilai cukup menjanjikan sebagai fondasi pengembangan usaha pertanian berkelanjutan di tingkat desa.
Pemerintah Desa Liang Ndara berharap program ini dapat mendorong keterlibatan kelompok tani maupun petani perorangan dalam memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi kepada BUMDes Liang Ndara Jaya atas inisiatif dan keberaniannya mengelola Dana Desa untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah tentu menyampaikan profisiat dan apresiasi kepada BUMDes Liang Ndara Jaya yang sudah berinisiatif dan berupaya membantu masyarakat. Ini dilakukan dengan bantuan Dana Desa, dan sekarang kita bisa melihat hasilnya,” ujar Wabup Weng.
Menurutnya, pengelolaan Dana Desa melalui BUMDes harus diarahkan pada kegiatan produktif yang berkelanjutan, memiliki nilai ekonomi, dan mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat desa.
Lebih lanjut, Wabup berharap pengembangan ketahanan pangan desa ke depan tidak hanya bertumpu pada satu komoditas. Diversifikasi pangan dinilai penting agar desa memiliki pilihan usaha yang lebih luas dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.
“BUMDes tidak harus selalu menanam jagung. Banyak upaya lain yang bisa dilakukan, misalnya menanam buah-buahan yang sangat dibutuhkan oleh dapur MBG, seperti semangka, pepaya, melon, atau menanam sayur-sayuran seperti wortel, mentimun, kacang panjang, dan buncis,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya melihat peluang besar dari kebutuhan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang saat ini terus meningkat.
“Saat ini satu dapur membutuhkan sekitar 387 kilogram ayam untuk dua kali makan ayam dalam seminggu. Kalau ada lima dapur, kebutuhan ayam bisa mencapai sekitar 1.600 kilogram per hari, atau sekitar 6.000 kilogram per minggu,” jelasnya.
Menurut Wabup, kebutuhan tersebut merupakan peluang ekonomi nyata bagi masyarakat desa apabila mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal.
“Jangan sampai bahan makanan untuk MBG justru didatangkan dari luar daerah. Seharusnya semua berasal dari daerah kita sendiri,” tegasnya.
Kegiatan panen jagung perdana ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menilai Desa Liang Ndara memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat agar Dana Desa benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan desa mandiri, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tantangan pangan di masa depan.**





Tinggalkan Balasan