“Saat ini satu dapur membutuhkan sekitar 387 kilogram ayam untuk dua kali makan ayam dalam seminggu. Kalau ada lima dapur, kebutuhan ayam bisa mencapai sekitar 1.600 kilogram per hari, atau sekitar 6.000 kilogram per minggu,” jelasnya.

Menurut Wabup, kebutuhan tersebut merupakan peluang ekonomi nyata bagi masyarakat desa apabila mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal.

“Jangan sampai bahan makanan untuk MBG justru didatangkan dari luar daerah. Seharusnya semua berasal dari daerah kita sendiri,” tegasnya.

Kegiatan panen jagung perdana ini diharapkan menjadi titik awal penguatan ketahanan pangan berbasis desa, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menilai Desa Liang Ndara memiliki potensi besar untuk menjadi contoh pengelolaan BUMDes yang produktif, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat agar Dana Desa benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan desa mandiri, berdaya saing, dan tangguh menghadapi tantangan pangan di masa depan.**