Kebijakan tersebut, kata dia, kemudian diwujudkan dengan penyertaan modal kepada BUMDes Liang Ndara Jaya sebesar Rp140 juta untuk mengelola usaha pertanian jagung.

“Dana tersebut digunakan untuk pembukaan lahan, pengadaan bibit, pembiayaan tenaga kerja, pengadaan peralatan produksi, serta pembangunan pondok kerja di lokasi pertanian. Luas lahan yang dikelola mencapai 2,8 hektare dengan hasil panen awal sekitar 7,3 ton per hektare,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan panen ini masih berada pada tahap perintisan. Meski demikian, hasil awal tersebut dinilai cukup menjanjikan sebagai fondasi pengembangan usaha pertanian berkelanjutan di tingkat desa.

Pemerintah Desa Liang Ndara berharap program ini dapat mendorong keterlibatan kelompok tani maupun petani perorangan dalam memperkuat ketahanan pangan desa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi kepada BUMDes Liang Ndara Jaya atas inisiatif dan keberaniannya mengelola Dana Desa untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.