Kapolres juga mengingatkan potensi cuaca ekstrem selama periode mudik tahun ini. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, wilayah Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
“Seluruh personel harus siap menghadapi potensi bencana, baik pada tahap pra, saat maupun pascakejadian,” kata dia.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, puncak arus mudik di Manggarai Barat diperkirakan terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir Maret.
Apel gelar pasukan tersebut ditutup dengan doa lintas agama serta sesi foto bersama sebagai simbol kesiapan seluruh unsur pengamanan dalam mewujudkan mudik Lebaran yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.
Ke depan, aparat keamanan juga akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pelaku pariwisata guna memastikan keamanan wisatawan selama masa libur Lebaran di Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan