LABUANBAJOVOICE.COM – Kawasan pariwisata The Nusa Dua yang berlokasi di Provinsi Bali dan dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja solid sepanjang tahun 2025.
Rata-rata tingkat hunian hotel di kawasan tersebut tercatat sebesar 76,93 persen, mencerminkan ketahanan sektor pariwisata di tengah dinamika dan tantangan eksternal.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa capaian okupansi tersebut diraih dalam situasi yang tidak sepenuhnya mudah.
Pada awal tahun 2025, kata dia, sektor pariwisata nasional menghadapi tekanan akibat penurunan perjalanan dinas dan aktivitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), seiring penerapan kebijakan efisiensi anggaran oleh Pemerintah Pusat.
“Capaian ini diraih di tengah tantangan eksternal berupa penurunan perjalanan dinas dan aktivitas MICE pada awal tahun, sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat,” kata Fajar dalam keterangannya, Jum’at (16/1/2026).
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa jumlah kunjungan ke kawasan The Nusa Dua justru menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tapi jumlah kunjungan kawasan menunjukkan pertumbuhan yang meningkat. Dari sekitar 3,2 juta kunjungan pada 2024 menjadi hampir 3,8 juta kunjungan pada 2025, atau tumbuh sekitar 18,5%,” ujarnya.
Menurut Fajar, peningkatan jumlah kunjungan tersebut mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan ke kawasan The Nusa Dua.
Namun demikian, ia mengakui bahwa sebagian besar kunjungan masih didominasi oleh wisatawan harian yang belum sepenuhnya terkonversi menjadi hunian kamar hotel.
Dikatakannya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi ITDC untuk mendorong strategi peningkatan length of stay dan kualitas pengalaman wisata, sehingga kunjungan dapat berdampak lebih optimal terhadap tingkat hunian dan perputaran ekonomi kawasan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin, sehingga kinerja kawasan pariwisata The Nusa Dua sepanjang 2025 tetap terjaga positif.
“Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Fajar menegaskan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan yang dikelola ITDC terus menunjukkan pergerakan positif melalui penguatan penyelenggaraan event, sektor MICE, serta pengembangan pengalaman destinasi yang semakin beragam dan berkualitas.
“Secara keseluruhan, capaian kinerja ketiga kawasan menegaskan efektivitas strategi pengelolaan destinasi yang dijalankan ITDC untuk menjadi Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kawasan, memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional, serta mendorong peningkatan visitor spending dan length of stay.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang berkelanjutan serta memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai destinasi unggulan berkelas dunia.**





Tinggalkan Balasan