LABUANBAJOVOICE.COM – Operasi penyelamatan dramatis terjadi di Kabupaten Sikka setelah Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang nelayan muda, Wawan Budiyanto (24), yang hilang di Perairan Pulau Sukun sejak 21 November 2025.
Setelah tiga hari terombang-ambing di laut akibat kerusakan mesin, Wawan akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa siang.
Peristiwa ini berawal ketika korban, warga Wuring, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, tidak kembali dari aktivitas melaut.
Pada Selasa pagi, 25 November 2025, istrinya menyampaikan laporan langsung ke Kantor SAR Maumere setelah menerima kabar singkat dari korban bahwa kapal yang digunakannya mengalami kerusakan fatal.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam keterangannya kepada media di Labuan Bajo menjelaskan kronologinya.
“Kantor SAR Maumere menerima laporan dari istri korban yang langsung melapor ke kantor bahwa korban berangkat melaut pada tanggal 21 November 2025 menggunakan sampan di Perairan Pulau Sukun Sikka dan pada tanggal 25 November 2025 pukul 06.00 Wita menginformasikan kepada istrinya bahwa kapal korban mengalami mati mesin, patah AS, dan baling-baling jatuh ke laut,” ujar Fathur.
Menurut Fathur, setelah mendapatkan laporan tersebut dia langsung kerahkan Tim SAR Gabungan menuju lokasi kejadian yang diperkirakan masih berada di Perairan Pulau Sukun dan Pulau Pemana Sikka menggunakan Kapal RIB Kantor SAR Maumere.
Informasi darurat dari korban menjadi titik awal penyisiran intensif di area pencarian yang memiliki arus kuat dan kondisi gelombang yang dinamis.
Setibanya di titik duga pada pukul 08.00 Wita, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Kondisi tersebut membuat tim segera memperluas area pencarian.
“Setelah tim berada di titik duga korban pada pukul 08.00 Wita dan melakukan penyisiran, belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban sehingga Tim SAR Gabungan memperluas pencarian hingga ke arah Tanjung Bunga Kabupaten Flores Timur,” lanjutnya.
Langkah ini terbukti penting mengingat korban diperkirakan telah terseret arus cukup jauh dari titik awal.
Pada sekitar pukul 12.30 Wita, upaya pencarian berbuah hasil. Tim menemukan korban di sekitar perairan Tanjung Bunga dalam keadaan selamat, meski sudah sangat kelelahan setelah berjam-jam melawan gelombang tanpa penggerak kapal.
“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekitar pukul 12.30 Wita pencarian Tim SAR Gabungan di sekitar perairan Tanjung Bunga membuahkan hasil.” ucap Fathur.
Lebih lanjut, Fathur katakan, korban ditemukan dalam keadaan selamat namun sudah dalam sedikit kelelahan akibat terombang-ambing seharian.
“Pukul 19.10 Wita Tim SAR Gabungan bersama korban yang menggunakan Kapal RIB telah sampai di Pelabuhan Wuring Maumere dengan selamat,” tandasnya.
Korban selanjutnya mendapat penanganan lanjutan untuk memastikan kondisi fisiknya stabil setelah mengalami kelelahan ekstrem.
Operasi ini menjadi pengingat akan pentingnya sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan nelayan di tengah risiko cuaca ekstrem dan kerusakan kapal yang kerap terjadi di perairan Nusa Tenggara Timur.
Keberhasilan Tim SAR Gabungan menunjukkan pentingnya respons cepat, koordinasi lintas unsur, serta peralatan yang memadai dalam operasi SAR maritim.
Tim SAR Maumere menegaskan akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mengimbau masyarakat pesisir untuk selalu memperhatikan kondisi kapal serta cuaca sebelum melaut.**






Tinggalkan Balasan