LABUANBAJOVOICE.COM – Ada momen menarik sekaligus humanis dalam acara penandatanganan Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) yang berlangsung di kawasan MICE ITDC The Golo Mori, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu (28/1/2026).
Acara strategis yang mempertemukan tiga kepala daerah tingkat provinsi tersebut pada awalnya berjalan formal dan penuh substansi.
Sambutan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena berlangsung lancar dan mendapat perhatian peserta. Hal serupa juga terjadi saat Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan arah kolaborasi antarwilayah.
Namun, suasana menjadi berbeda ketika Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan sambutannya. Di tengah pidato, Gubernur NTB tampak beberapa kali batuk di atas podium, bahkan sesekali menghindari mikrofon untuk meredam suara batuk.
Momen tersebut tak luput dari perhatian Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi. Terpantau media ini, Bupati Endi berdiri dan memberi isyarat kepada staf serta panitia agar mengambilkan air minum untuk Gubernur NTB. Sayangnya, disekitar itu tidak ada staf maupun kepanitiaan.
Ketika Gubernur NTB kembali batuk, Bupati Edistasius Endi kembali berdiri. Karena situasi belum juga ditangkap panitia, Bupati Endi secara spontan mengambil sendiri segelas air minum dan berjalan langsung ke atas podium untuk menyerahkannya kepada Gubernur NTB yang tengah menyampaikan sambutan.
Aksi spontan tersebut langsung mencairkan suasana. Gemuruh tawa dan senyum terdengar dari seluruh peserta yang memadati ruangan MICE The Golo Mori.
Gubernur NTB pun tertawa dan tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.
“Terima kasih Pak Bupati,” ucap Lalu Muhamad Iqbal.
Bahkan, Gubernur NTB melontarkan pujian yang kembali disambut tawa hadirin.
“Pantasan tamu wisatawan banyak yang datang ke Labuan Bajo berwisata, Bupatinya ramah,” ujar Gubernur NTB sambil tersenyum.
Dalam sambutannya, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah memilih Labuan Bajo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan strategis tersebut.
Menurut Bupati Endi, Bali, NTB, dan NTT memiliki kesamaan potensi, khususnya di sektor pariwisata.
Ia menegaskan bahwa Labuan Bajo sebagai permata baru pariwisata NTT siap belajar dan berefleksi dari kemajuan serta keunggulan yang telah dicapai Provinsi Bali dan NTB.
Pembentukan Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN) ditandai dengan penandatanganan kerja sama oleh tiga gubernur, yakni Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, yang berlangsung di Kawasan MICE ITDC Golo Mori.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut MoU tiga provinsi yang sebelumnya ditandatangani di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Selasa (25/11/2025).
KR-BNN menjadi tonggak baru integrasi ekonomi kawasan Bali–Nusra (Bali–Nusa Tenggara).
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa KR-BNN dibentuk untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan kepulauan melalui pendekatan kolaboratif dan saling melengkapi.
“Kerja sama ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata membangun ekosistem ekonomi kawasan Bali–NTB–NTT. Kita ingin memastikan konektivitas, investasi, dan kesejahteraan masyarakat tumbuh secara merata,” ujar Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Ia menambahkan, NTT siap menjadi mitra strategis dalam penguatan sektor pangan, energi baru terbarukan, dan pariwisata berkelanjutan.
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya kerja sama regional guna meningkatkan daya saing kawasan di tingkat nasional maupun global.
“Bali tidak bisa berdiri sendiri. Dengan NTB dan NTT, kita membangun kekuatan bersama, dari pariwisata, perdagangan, hingga energi bersih. Inilah kolaborasi kawasan yang saling menguntungkan,” kata Wayan Koster.
Adapun Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyebut KR-BNN sebagai jawaban atas kebutuhan penguatan konektivitas dan rantai pasok antarwilayah kepulauan.
“Kerja sama ini akan memudahkan arus barang, jasa, dan manusia. NTB siap menjadi simpul penghubung antara Bali dan NTT, khususnya dalam sektor logistik, pariwisata, dan perdagangan,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran bupati dan wali kota dari tiga provinsi, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, serta kepala OPD. Kehadiran para kepala daerah menegaskan kuatnya komitmen sinergi pembangunan kawasan Sunda Kecil.
Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 serta Penandatanganan Komitmen Harmoni Kehidupan Bersama Bali–NTT, sebagai simbol penguatan persatuan dan kolaborasi antarwilayah.**





Tinggalkan Balasan