LABUANBAJOVOICE.COM – Curah hujan ekstrem yang mengguyur Pulau Lombok bagian selatan sejak Selasa (24/2/2026) memicu banjir di sejumlah titik sekitar Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa penanganan banjir tidak boleh disederhanakan pada satu faktor, melainkan harus dilakukan secara komprehensif berbasis tata kelola hulu–hilir.

Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhamad Iqbal, melalui Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Ahsanul Khalik (Aka), menyampaikan bahwa banjir tersebut merupakan dampak peristiwa hidrometeorologi akibat hujan berintensitas sangat tinggi.

Kondisi ini, kata dia, diperparah oleh daerah tangkapan air di wilayah hulu di luar kawasan Mandalika, yang menyebabkan limpasan air dan sedimentasi menuju wilayah hilir.

“Pemprov NTB menekankan bahwa peristiwa ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi bersama lintas sektor,” ujar Dr. Aka.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat serta pemerintah kabupaten/kota akan mendorong terbangunnya sistem mitigasi bencana terpadu dan permanen.