“Khusus cabang olahraga yang memiliki potensi medali emas, perlu mendapat perhatian khusus dengan menyiapkan pra-event sebagai ajang pemanasan dan peningkatan performa atlet. Namun cabang olahraga lain yang dinilai tidak berpotensi emas tetap harus dipersiapkan melalui pra-event yang terencana,” tegasnya.

Melki menilai rakor tersebut menjadi langkah awal dalam menyatukan visi, strategi, dan komitmen seluruh pengurus KONI NTT dalam menatap PON XXII 2028.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pemerintah daerah, cabang olahraga, serta masyarakat.

“Setidaknya melalui rakor hari ini kita sudah memiliki gambaran awal mengenai arah persiapan PON XXII 2028 ke depan. Mari kita bergandengan tangan dan bekerja bersama demi raihan terbaik prestasi olahraga NTT,” pungkasnya.

Ke depan, KONI NTT diharapkan mampu memperkuat sistem pembinaan atlet berbasis potensi daerah serta memaksimalkan momentum sebagai tuan rumah bersama guna meningkatkan prestasi olahraga sekaligus promosi daerah di tingkat nasional.**