“Ini adalah langkah awal dari upaya kami menghadirkan pengalaman budaya yang lebih hidup di kawasan The Mandalika,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).
Ia menjelaskan, aktivasi seni budaya di kawasan Bazaar Mandalika sengaja dirancang sebagai eksperimen strategis untuk mengukur potensi daya tarik wisata budaya sekaligus menghidupkan pusat aktivitas ekonomi kawasan.
Menurutnya, pengembangan Mandalika ke depan tidak hanya berfokus pada wisata olahraga dan panorama alam, melainkan juga mengangkat kekayaan seni tradisional masyarakat Sasak sebagai kekuatan utama destinasi.
Mandalika Art Performance melibatkan berbagai komunitas seni dan pelaku budaya dari Desa Kuta. Sejumlah sanggar seni lokal, Karang Taruna, serta anak-anak Mandalika Child Learning Center (MCLC) turut ambil bagian dalam pergelaran tersebut.
Anak-anak binaan ITDC bahkan mendapatkan pelatihan tari khusus bersama sanggar lokal sebelum tampil di panggung utama.
Keterlibatan generasi muda tersebut menghadirkan atmosfer autentik sekaligus menjadi langkah strategis dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini.





Tinggalkan Balasan