Ia menegaskan bahwa posisi truk yang menutup sebagian badan jalan membuat kendaraan yang melintas harus melambat dan mengambil jalur berlawanan, kondisi yang sangat berbahaya terutama pada jam-jam rawan.
“Ini kan jalur utama Trans Flores, Labuan Bajo menuju Ruteng sampai ke ujung Pulau Flores tentu pengendara sangat ramai. Bisa kita lihat keberadaan barang rongsokan ini sudah sangat mengganggu kenyamanan pengendara kendaraan baik yang menggunakan motor maupun mobil,” ujarnya.
Robert berharap pemerintah bertindak cepat sebelum ada korban kecelakaan.
“Pihak terkait harus segera lakukan evakuasi demi mencegah terjadinya kecelakaan,” tegasnya.
Camat Sano Nggoang, Alfons Arfon, menegaskan bahwa keberadaan truk rusak itu sejak awal tidak bisa dibenarkan karena berpotensi besar menimbulkan kecelakaan, terutama pada malam hari.
“Tidak boleh pak. Berbahaya sekali untuk pengguna jalan. Apalagi kalau malam hari. Wilayah ini kalau sore sudah diselimuti kabut tebal ditambah lagi tidak ada penerangan jalan. Orang bisa celaka,” kata Alfonsius.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan