Ia menjelaskan, wisatawan yang saat ini masih datang ke Labuan Bajo umumnya adalah mereka yang telah berada di kawasan Asia sebelum konflik terjadi. Mereka melanjutkan perjalanan melalui negara-negara seperti Singapura dan Malaysia.
“Sebagian wisatawan yang datang sekarang ini memang sudah berada di Asia sebelum konflik. Mereka melanjutkan perjalanan ke Labuan Bajo, tetapi di sisi lain ada juga yang kesulitan untuk kembali ke negara asalnya karena keterbatasan penerbangan,” jelasnya.
Selain menekan angka kunjungan, kondisi ini juga berdampak pada pendapatan daerah. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mencatat adanya penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD), meski tidak dalam skala drastis.
Situasi tersebut diperparah oleh faktor cuaca ekstrem yang sebelumnya menyebabkan penutupan sementara Taman Nasional Komodo pada Januari hingga Februari 2026.
“Dampaknya berlapis. Sebelumnya kita menghadapi cuaca ekstrem yang membuat aktivitas wisata terganggu, kemudian disusul konflik global. Ini tentu mempengaruhi tingkat kunjungan dan juga PAD daerah,” kata Stefanus.






Tinggalkan Balasan