Lonjakan kunjungan ini memperlihatkan bahwa destinasi berbasis budaya dan experiential tourism semakin diminati. Selain meningkatkan jumlah wisatawan, aktivitas tersebut juga mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.

Secara paralel, kinerja sektor lain dalam ekosistem InJourney turut menguat. Bandara di bawah InJourney Airports mencatat lebih dari 8,8 juta penumpang selama periode Lebaran, sementara tingkat hunian hotel di bawah InJourney Hospitality meningkat 9 persen.

Hal ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara kelancaran transportasi, konektivitas destinasi, dan peningkatan kunjungan wisata.

Ke depan, InJourney menilai tren wisata akan semakin mengarah pada pengalaman yang terintegrasi, tidak hanya destinasi semata.

“Kami memandang capaian ini sebagai refleksi kuatnya sinergi dalam ekosistem aviasi dan pariwisata, yang mampu menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujar Maya.

Penguatan konsep event-based tourism dan integrasi layanan lintas sektor diproyeksikan menjadi strategi utama dalam menjaga pertumbuhan kunjungan wisata nasional ke depan.**