LABUANBAJOVOICE.COM – Kawasan pariwisata The Golo Mori yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Kawasan yang berlokasi di Golo Mori, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat tersebut berhasil menarik 28.406 pengunjung dalam satu tahun.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menyampaikan bahwa capaian tersebut melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan pada dua semester di tahun 2025.
“Realisasi kunjungan The Golo Mori melampaui target pada kedua semester 2025, masing-masing mencapai 139% pada Semester I dan 140% pada Semester II,” kata Fajar dalam keterangannya, Jum’at (16/1/2026).
Ia menjelaskan, pertumbuhan signifikan tersebut tidak lepas dari strategi aktivasi kawasan yang semakin terarah dan terukur. ITDC fokus pada penyelenggaraan event berskala menengah hingga besar yang mampu menghadirkan jumlah pengunjung lebih tinggi, meskipun jumlah event yang digelar lebih selektif.
Menurut Fajar, pendekatan kurasi event ini justru meningkatkan kualitas kunjungan sekaligus memperkuat positioning The Golo Mori sebagai destinasi unggulan.
“Capaian ini menegaskan posisi The Golo Mori sebagai destinasi MICE yang terus berkembang dan semakin kompetitif,” ujarnya.
Selain itu, ITDC juga berhasil menjaga stabilitas tingkat okupansi kawasan sepanjang 2025. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di kawasan tersebut terus bergerak positif, seiring penguatan sektor Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE) serta pengembangan pengalaman destinasi yang berkelanjutan.
“Sepanjang 2025, kami berhasil menjaga tingkat okupansi kawasan tetap stabil sekaligus mendorong pertumbuhan signifikan pada jumlah kunjungan,” jelas Fajar.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta seluruh stakeholder yang terlibat dalam pengembangan kawasan.
“Secara keseluruhan, capaian kinerja ketiga kawasan menegaskan efektivitas strategi pengelolaan destinasi yang dijalankan ITDC untuk menjadi Master Developer dan Asset Manager destinasi pariwisata Indonesia,” tegasnya.
Ke depan, ITDC berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kawasan, mendorong length of stay dan visitor spending yang lebih tinggi, serta memperkuat pengembangan event dan amenitas berstandar internasional.
Langkah ini dilakukan guna mendukung pertumbuhan pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya di kawasan super prioritas Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan