LABUANBAJOVOICE.COM – Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Warloka, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, kembali mencatatkan langkah strategis dalam penguatan ekonomi pesisir.

Program nasional yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI itu resmi menerima 1 unit bantuan mobil pendingin untuk mendukung rantai pasok dan kualitas hasil perikanan nelayan setempat.

Bantuan mobil pendingin tersebut disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat dan diterima langsung oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Warloka, pada Minggu (21/12/2025).

Penyerahan bantuan ini bertepatan dengan puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dipusatkan di Waterfront Area Labuan Bajo, menambah nilai simbolik atas komitmen negara terhadap penguatan sektor kelautan dan perikanan di wilayah timur Indonesia.

Kehadiran mobil pendingin dinilai krusial bagi nelayan Warloka yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana pascapanen.

Tanpa fasilitas pendinginan memadai, hasil tangkapan nelayan berisiko mengalami penurunan kualitas, yang berdampak langsung pada harga jual dan pendapatan nelayan.

Dengan adanya mobil pendingin, ikan hasil tangkapan dapat disimpan dan didistribusikan dalam kondisi segar, sekaligus memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar wilayah desa.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, kepada media membenarkan bahwa Koperasi Merah Putih Desa Warloka mendapatkan bantuan mobil pendingin.

“Penyerahan 1 unit bantuan mobil pendingin hari ini dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Program Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Warloka, diterima secara langsung oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Warloka.” ujar Fatinci, Minggu (21/12/2025).

Ia menegaskan, bahwa bantuan ini merupakan bagian integral dari Program Kampung Nelayan Merah Putih yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui pendekatan terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil perikanan.

Pemerintah daerah, kata dia, dalam hal ini berperan sebagai penghubung agar program pusat dapat tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir.

“Mobil pendingin disalurkan langsung dari KKP tiba di Desa Warloka hari ini dan langsung diterima oleh Ketua Koperasi Desa Merah Putih Warloka,” kata Fatinci.

Momentum penyerahan bantuan yang bertepatan dengan HUT ke-67 NTT juga dipandang sebagai pesan kuat bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan menjadi prioritas strategis, sejalan dengan posisi NTT sebagai provinsi kepulauan dengan potensi sumber daya laut yang besar.

Di kawasan Labuan Bajo yang berkembang sebagai destinasi pariwisata super prioritas, penguatan ekonomi nelayan lokal menjadi kunci agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara inklusif.

Fatinci menjelaskan, ke depan mobil pendingin ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan Desa Warloka, tetapi juga memperkuat kelembagaan koperasi sebagai tulang punggung ekonomi desa.

Menurutnya, sinergi antara KKP RI, pemerintah daerah, dan koperasi nelayan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan, berdaya saing, dan berorientasi masa depan.**