LABUANBAJOVOICE.COM — Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kembali menggerakkan denyut ekonomi pesisir melalui penyerahan 30 unit ketinting kepada nelayan di wilayah Taman Nasional Komodo. Bantuan yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Manggarai Barat ini diserahkan secara langsung oleh Kadis DKPP, Fatinci Raynilda, pada Rabu (10/12/2025) di Pantai Pede, Labuan Bajo.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Desa Komodo, Desa Papagarang, dan Desa Pontianak, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir sekaligus mendukung rantai pasok pangan lokal berbasis hasil laut.
Sekretaris Desa (Sekdes) Komodo, Ismail, menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebanggaan masyarakat atas dukungan pemerintah daerah terhadap desa wisata yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.
“Dengan adanya program Ketinting ini itu adalah salah satu pemberdayaan terhadap masyarakat yang berada di kawasan Taman Nasional, dalam hal ini masyarakat Komodo ini juga merasa bangga dengan kehadiran bantuan ini itu salah satu dukungan terhadap desa pariwisata,” ujar Ismail.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Komodo bersama pemerintah desa dan kementerian terkait akan terus berkolaborasi dalam pengelolaan sumber daya perikanan, termasuk menjaga kebersihan desa wisata yang kini semakin disorot dunia.
“Kami juga akan berusaha masyarakat Komodo beserta Kementerian akan bekerja sama dalam peretribusian terus terkait ini juga, kami akan selalu mendukung terhadap kinerja pemerintah Manggarai Barat. kami akan menjaga desa pariwisata itu dari sampah-sampah,” tegasnya.
Lebih jauh, ia berharap dukungan pemerintah tidak berhenti hanya pada satu atau dua kelompok, melainkan diperluas ke kelompok-kelompok lain.
Ismail juga mengungkapkan rencana kerja sama dengan dapur-dapur MBG untuk menghubungkan hasil tangkapan nelayan dengan kebutuhan pangan institusi pendidikan dan layanan pangan di Labuan Bajo.
“Nanti mungkin dari hasil penangkapan nelayan nanti kami akan mencoba bekerja sama komunikasi dengan dapur-dapur MBG, agar hasil tangkapan mereka itu bisa kita salurkan kesana. Dan ini akan membangun juga perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Dari Desa Papagarang, Kepala Desa (Kades) H. Abdullah menyampaikan rasa syukur atas bantuan 10 unit ketinting yang diterima kelompok nelayan di wilayahnya.
“Jadi kami dari pemerintah desa sangat-sangat bersyukur sekali dengan adanya bantuan ini samping membantu daripada nelayan kami karena mereka sudah mendapat fasilitas untuk mereka bisa melaut,” ungkapnya.
Menurut Abdullah, ketinting yang baru ini memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan bantuan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Ini kapasitasnya bisa menampung atau memuat orang sampai tiga sampai empat orang, ini yang jadi suatu kesyukuran kita juga terkait dengan bantuan ini.” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Papagarang pada dasarnya 100 persen nelayan, dengan kebutuhan operasional yang tinggi untuk mendukung kehidupan sehari-hari.
Abdullah juga membuka kemungkinan kerja sama suplai ikan segar untuk MBG, terutama untuk kebutuhan pengolahan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.
“Iya kalau dari menu ikan yang dibutuhkan kita siap support, artinya nelayan disana siap. Ada satu dapur MBG. Insyaallah kita berupaya kedepannya agar bagaimana dengan adanya MBG juga kan bisa memanfaatkan nelayan.” jelasnya.
Ia menilai bahwa posisi Papagarang yang dekat dengan lokasi penangkapan akan memberi nilai tambah karena hasil laut dapat langsung dimasak tanpa perlu disimpan berhari-hari dalam freezer seperti di Labuan Bajo.
“Kalau disana ini kan langsung dari laut langsung dimasak,” jelasnya.
Kadis DKPP Manggarai Barat, Fatinci Raynilda, menegaskan bahwa bantuan ketinting ini merupakan bagian dari strategi besar daerah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan, memperbaiki rantai pasok ikan segar, menyokong desa wisata di kawasan TN Komodo, dan menopang diversifikasi ekonomi masyarakat pesisir.
Program ini diharapkan dapat memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kelestarian salah satu pusat destinasi wisata dunia tersebut.**






Tinggalkan Balasan