“Sebagai event besar, standar penilaian harus jelas. Kalau keputusan berubah-ubah tanpa alasan kuat, itu menunjukkan panitia tidak profesional,” kata Suratno, peserta lainnya.
Situasi ini kemudian berkembang menjadi kritik publik yang lebih luas. Banyak penonton dan pelari amatir menilai keputusan panitia tidak hanya merugikan peserta, tetapi juga mencemarkan reputasi Labuan Bajo sebagai tuan rumah berbagai event nasional dan internasional.
Sementara itu, panitia hanya mengeluarkan pernyataan pendek bahwa mereka sedang melakukan “verifikasi mendalam” dan hasil final akan disampaikan setelah evaluasi internal selesai.
Namun klarifikasi ini dianggap tidak memadai untuk meredakan kekhawatiran peserta.
Polemik ini menambah sorotan terhadap penyelenggaraan lomba lari di Kabupaten Manggarai Barat, terutama terkait akurasi sistem penjurian, transparansi data, dan standar sportivitas.
Banyak pihak mendesak agar panitia segera membuka seluruh data teknis yang menjadi dasar keputusan agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi event mendatang.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan