“Kami benar-benar takut. Mereka datang ramai-ramai. Kami tidak berani melawan,” ujar Pius saat melapor ke polisi.
Total kerugian dari peristiwa itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Rumah milik Pius Hadun yang masih dalam tahap pembangunan dihancurkan hingga rata dengan tanah.
Tumpukan kayu bangunan yang menjadi tempat ia menyimpan uang tunai sebesar Rp16 juta ikut dibakar. Total kerugian Pius diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Rumah Raimundus mengalami kerusakan berat pada rangka, dinding, dan atap, dengan nilai kerugian sekitar Rp60 juta.
Sementara rumah Ignasius Rangsung rusak pada bagian dinding depan hingga roboh, dengan kerugian sekitar Rp30 juta.
Namun, kerugian materi hanyalah satu sisi dari penderitaan mereka. Luka psikologis, terutama bagi perempuan dan anak-anak, jauh lebih dalam.
“Anak-anak trauma. Kalau dengar suara keras sedikit saja, mereka langsung menangis,” lirih Kristina, istri salah satu korban, Rabu (14/1/2026).
Anak-anak bahkan dilaporkan enggan pergi ke sekolah karena ketakutan. Natal pun dirayakan dalam kesederhanaan dan sunyi, jauh dari suasana hangat yang seharusnya dirasakan setiap keluarga.






Tinggalkan Balasan