LABUANBAJOVOICE.COM – Lilin Natal yang baru saja dirayakan tak pernah benar-benar menyala di rumah sendiri bagi warga Kampung Wae Togo, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Lebih dari sebulan setelah rumah mereka diratakan oleh amukan massa, tiga keluarga korban masih hidup berpindah-pindah, menumpang di rumah kerabat, diliputi trauma mendalam, dan tanpa kepastian hukum.
Bagi mereka, Natal 2025 bukan tentang sukacita, melainkan tentang bertahan hidup di tengah ketidakpastian.
Rumah yang selama ini menjadi ruang aman berubah menjadi puing. Rasa aman ikut runtuh bersamaan dengan robohnya dinding dan atap.
Peristiwa pengrusakan itu terjadi pada Sabtu, 15 November 2025, sekitar pukul 11.00 WITA. Tiga rumah warga Kampung Wae Togo—masing-masing milik Pius Hadun (73), Raimundus (72), dan Ignasius Rangsung (55)—dirusak oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari Kampung Pela.
Menurut laporan korban, sekitar 30 orang datang secara berkelompok sambil membawa alat tajam. Tanpa banyak bicara, mereka merusak rumah warga. Para korban tidak mampu melawan dan hanya menyelamatkan diri.






Tinggalkan Balasan