Selain prosesi adat, pelaku UMKM lokal turut memamerkan produk unggulan, mulai dari kain tenun songke Manggarai, selendang dan topi adat, produk herbal Sari Toga Komodo, kemasan kopi lokal, hingga olahan kacang mete produksi masyarakat Kaper.

Sajian pangan lokal dan kopi khas daerah melengkapi suasana kekeluargaan yang hangat.

Dalam sambutannya di lokasi, Gubernur KDM menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya atas kekayaan budaya Manggarai yang terus dijaga masyarakat setempat.

Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan, melainkan sumber kekuatan dan identitas bangsa yang perlu dirawat dan dikembangkan bersama.

“Saya merasa sangat terhormat bisa berada di tempat yang penuh makna budaya seperti Rumah Adat Gendang Kaper ini. Tradisi yang dipertahankan oleh masyarakat Manggarai adalah kekayaan luar biasa yang mencerminkan keberagaman Indonesia,” ujar KDM di hadapan para tokoh adat dan masyarakat setempat.

“Kita datang bukan hanya sebagai tamu, tetapi juga sebagai sahabat yang ingin belajar dan bersinergi untuk melestarikan nilai-nilai luhur ini,” tambah Gubernur Jawa Barat.