LABUANBAJOVOICE.COM – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) terus mengintensifkan penanganan cepat pascahujan ekstrem yang melanda Pulau Lombok pada 23–24 Februari 2026.
Sebagai bagian dari pemulihan sosial masyarakat, ITDC menyalurkan 70 paket bantuan sembako kepada warga terdampak di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Kecamatan Pujut, Nusa Tenggara Barat, Jumat (27/2).
Peristiwa hidrometeorologi yang dipicu curah hujan berintensitas tinggi tersebut mengakibatkan genangan di 10 dusun Desa Kuta serta sembilan titik di dalam kawasan KEK Mandalika.
Sejak hari kejadian, ITDC bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Kuta dan Balai Wilayah Sungai guna melakukan penanganan darurat.
Langkah cepat yang diambil meliputi penutupan sementara akses jalan di sejumlah titik rawan serta percepatan normalisasi kawasan terdampak.
Tim ITDC bersama BWS juga melakukan peninjauan lanjutan di titik Ground Water Tank (GWT) Barat, yang ditindaklanjuti dengan pengerukan sedimen menggunakan alat berat guna memulihkan fungsi drainase dan mencegah genangan berulang.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak berhenti pada aspek infrastruktur semata.
“Penanganan bencana tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada pemulihan sosial dan psikologis masyarakat. Dukungan ini kami berikan sebagai bagian dari komitmen ITDC untuk memastikan masyarakat di sekitar kawasan dapat kembali pulih dan beraktivitas dengan normal,” ujarnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak, ITDC menggelar kegiatan Trauma Healing Pascabencana Banjir di Mandalika Child Learning Center (MCLC) bekerja sama dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Sabtu (28/2).
Anak-anak diajak mengikuti sesi musik dan dongeng interaktif untuk membantu memulihkan kondisi emosional mereka pascabanjir.
Selain itu, ITDC juga menyalurkan 58 paket alat sekolah bagi anak-anak terdampak sebagai dukungan pemulihan aktivitas belajar. Dukungan konsumsi berbuka puasa bagi peserta kegiatan turut diberikan oleh Pullman Lombok Mandalika.
Ke depan, ITDC bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan pemantauan berkelanjutan, pemulihan kawasan secara bertahap, serta penguatan mitigasi bencana.
Normalisasi infrastruktur dan dukungan sosial dipastikan berjalan seiring hingga aktivitas masyarakat dan kawasan KEK Mandalika kembali pulih sepenuhnya.
Respons cepat ITDC menunjukkan pendekatan penanganan bencana yang holistik—tidak hanya menitikberatkan pada pemulihan fisik kawasan strategis nasional, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan keberlanjutan sosial.
Langkah trauma healing dan dukungan pendidikan menjadi sinyal penting bahwa pengelolaan destinasi pariwisata masa depan harus berpijak pada ketangguhan komunitas lokal sebagai fondasi utama.**





Tinggalkan Balasan