LABUANBAJOVOICE.COM – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi The Mandalika sebagai destinasi sportainment kelas dunia melalui penyelenggaraan GT World Challenge Asia 2026 yang akan berlangsung pada 1–3 Mei di Mandalika International Circuit.

Event balap mobil GT3 tersebut dinilai bukan sekadar ajang olahraga otomotif internasional, tetapi bagian dari strategi jangka panjang ITDC dalam membangun ekosistem pariwisata terintegrasi yang berdaya saing global.

Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menegaskan bahwa konsistensi menghadirkan event internasional menjadi kunci dalam memperkuat citra Mandalika di kancah global.

“GT World Challenge Asia menjadi katalis penting dalam memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” kata Fajar, Senin (6/4/2026).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan event berskala internasional memberikan dampak nyata terhadap pengembangan kawasan, baik dari sisi ekonomi maupun investasi.

“Melalui penyelenggaraan event internasional yang konsisten, kami melihat terciptanya multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan okupansi, pertumbuhan UMKM, hingga terbukanya peluang investasi baru,” ujarnya.

ITDC menilai bahwa pengembangan Mandalika tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan ekosistem yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Kehadiran GT World Challenge Asia 2026 menjadi bagian dari orkestrasi besar dalam menghadirkan kawasan pariwisata berbasis sport tourism yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif, budaya, dan komunitas lokal.

“ITDC terus berkomitmen menghadirkan ekosistem kawasan yang terintegrasi, berstandar global, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Selain memperkuat branding internasional, event ini juga diharapkan memberikan dampak langsung bagi masyarakat lokal.

ITDC mencatat bahwa keterlibatan tenaga kerja lokal dalam penyelenggaraan event terus meningkat, termasuk pada sektor operasional, hospitality, dan layanan pendukung lainnya.

Efek berganda dari event internasional juga terlihat dari meningkatnya tingkat hunian akomodasi, geliat pelaku UMKM, serta tumbuhnya sektor jasa di sekitar kawasan Mandalika.

ITDC juga menekankan bahwa diferensiasi Mandalika terletak pada kemampuannya memadukan olahraga kelas dunia dengan kekayaan budaya lokal.

Konsep ini menjadi nilai tambah yang memperkuat daya tarik Mandalika dibandingkan destinasi lain di tingkat global.

Pada penyelenggaraan 2026, konsep opening ceremony akan dikembangkan lebih modern dan imersif dengan melibatkan ratusan talenta seni dari berbagai daerah di Indonesia.

Ke depan, ITDC memastikan akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, baik nasional maupun internasional, guna memastikan keberlanjutan pengembangan kawasan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pariwisata berkualitas yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ekonomi daerah.

“Dengan pendekatan yang terintegrasi, kami optimistis The Mandalika akan terus tumbuh sebagai destinasi unggulan yang mampu bersaing di tingkat global,” tutupnya.**