LABUANBAJOVOICE.COM – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menegaskan posisinya sebagai BUMN pengembang pariwisata yang konsisten mengedepankan pembangunan berkelanjutan.

Pada ajang Penganugerahan CSR BUMN Award ke-VIII dan CSR BUMN Initiative ke-III Tahun 2025, ITDC sukses meraih Gold Award 2025 dan masuk dalam 10 besar penerima penghargaan nasional.

Ajang bergengsi ini digelar di Auditorium Gedung Keuangan Negara, Renon, Denpasar, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis lintas sektor.

Capaian tersebut sekaligus melanjutkan rekam jejak positif ITDC yang secara konsisten meraih Gold Award sejak 2018, sebuah prestasi yang mencerminkan keberlanjutan komitmen perusahaan dalam bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Penghargaan Gold Award 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi atas beragam inisiatif TJSL ITDC yang dinilai berdampak nyata, terukur, dan berkelanjutan, serta selaras dengan penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).

Berbagai program unggulan ITDC mencakup Penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat lokal, Pelestarian lingkungan hidup di kawasan destinasi pariwisata, pemberdayaan UMKM berbasis ekonomi lokal.

Kemudian, dukungan terhadap sektor pendidikan, seni, dan kebudayaan, yang seluruhnya dilaksanakan di wilayah destinasi pariwisata yang dikelola ITDC.

Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, sekaligus memastikan bahwa pertumbuhan sektor pariwisata berjalan beriringan dengan keberlanjutan sosial dan ekologis.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, Rabu (23/12/2025) menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi ITDC dalam menghadirkan program tanggung jawab sosial yang tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak jangka panjang.

“Di The Nusa Dua, kami meyakini bahwa pengembangan kawasan pariwisata kelas dunia harus berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.” ujar Agus.

Menurutnya, melalui pendekatan ESG, pihaknya terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan dan seni budaya lokal, agar kehadiran ITDC memberikan nilai tambah yang inklusif dan berjangka panjang bagi Bali.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa ITDC tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan investasi, tetapi juga pada harmonisasi antara pariwisata, budaya, dan lingkungan, khususnya di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.

Keberhasilan ITDC kembali meraih Gold Award menjadi bukti konkret komitmen perusahaan dalam menghadirkan nilai tambah berkelanjutan, tidak hanya melalui pengembangan kawasan pariwisata berstandar internasional, tetapi juga melalui kontribusi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Pendekatan pembangunan berkelanjutan ini menempatkan ITDC sebagai agen perubahan (agent of development) dalam ekosistem pariwisata nasional, yang berperan aktif mendorong keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Acara penganugerahan turut dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, Kementerian Agama, pimpinan dan perwakilan BUMN di wilayah Bali, pimpinan perusahaan swasta, unsur institusi pendidikan, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini memperkuat posisi penghargaan sebagai barometer kredibilitas pelaksanaan CSR BUMN di Indonesia.

Agus menambahkan bahwa capaian ini menjadi momentum penting untuk mengukuhkan komitmen ITDC agar seluruh inisiatif pembangunan berkelanjutan yang dijalankan terus memberikan dampak positif yang nyata, tidak hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi negara.

“Melalui capaian ini, ITDC menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran perusahaan sebagai agen pembangunan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mitra strategis dalam mendukung kemajuan sosial, budaya, dan lingkungan di Indonesia,” tutup Agus.

Dengan pencapaian ini, ITDC kembali mempertegas posisinya sebagai pelopor pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan berbasis ESG, sekaligus role model pelaksanaan TJSL BUMN yang konsisten, terintegrasi, dan berorientasi masa depan.**