Lebih lanjut ia katakan, kehadiran investor asal Spanyol ini juga memperkuat positioning The Mandalika sebagai destinasi yang menarik bagi pasar global.
Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga strategis dalam memperluas jejaring investasi internasional di sektor pariwisata Indonesia.
PT SAPO Development Lombok merealisasikan investasi senilai EUR 2,76 juta atau setara dengan Rp54,17 miliar, yang dialokasikan khusus untuk pengembangan Lot KGH1 dan KGH2.
Dengan tambahan investasi tersebut, total nilai investasi kumulatif di KEK Mandalika hingga tahun 2025 mencapai Rp5,96 triliun, menandai tren pertumbuhan investasi yang konsisten di kawasan tersebut.
Febrina menegaskan bahwa setiap kerja sama investasi di The Mandalika selalu mengacu pada masterplan kawasan, termasuk ketentuan tata kelola, desain, dan pemanfaatan lahan yang telah ditetapkan.
“Dalam pengembangan proyek, ITDC selalu mengacu pada masterplan kawasan serta ketentuan tata kelola dan desain yang berlaku di The Mandalika,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan