“Hasil yang diharapkan antara lain peningkatan brand awareness bahwa Labuan Bajo ramah untuk wisata darat, peningkatan trafik pencarian rute penerbangan AirAsia, dan tersedianya aset promosi berupa foto serta video berkualitas tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPOLBF ke depan akan mengembangkan konsep storytelling pariwisata yang tidak hanya berfokus pada kawasan Taman Nasional Komodo, tetapi juga pada kekayaan daratan Pulau Flores.
“Kami berusaha membangun storytelling yang menceritakan daratan Pulau Flores beserta kekayaan budaya di 11 kabupaten di pulau ini,” kata Andy.
Selama empat hari berada di Labuan Bajo, para influencer Malaysia dijadwalkan mengunjungi sejumlah destinasi wisata alam, budaya, dan kuliner.
Program ini diharapkan mampu memperkuat promosi destinasi sekaligus membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Labuan Bajo.**





Tinggalkan Balasan