LABUANBAJOVOICE.COM — Golo Mori Sunset Run (GMSR) 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi diarahkan menjadi bagian dari pengembangan pariwisata di kawasan Golo Mori, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Ajang yang digelar di kawasan The Golo Mori, Desa Golo Mori, Kecamatan Komodo, Sabtu (3/10/2026), tersebut diikuti sekitar 610 peserta.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, yang membuka kegiatan, berharap Golo Mori Sunset Run dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
“Tentu kita berharap lari di tahun berikut, dan ketiga, keempat, kelima, dan seterusnya,” kata Yulianus.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan tersebut penting karena GMSR dapat memberikan dampak terhadap pengembangan pariwisata di Labuan Bajo dan Manggarai Barat.
Yulianus juga menyampaikan apresiasi kepada ITDC, manajemen The Golo Mori, sponsor, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan GMSR 2026.
“Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih kepada ITDC, kepada Golo Mori, Pak Wahyu dan seluruh manajemen atas terselenggaranya Sunset Run Golo Mori yang kedua ini. Ini tentu akan memajukan, paling tidak berdampak kepada kemajuan pariwisata di Labuan Bajo,” ujarnya.
General Manager The Golo Mori, Wahyuaji Munarwiyanto atau Aji, menjelaskan Golo Mori Sunset Run 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua.
Kegiatan tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus 2026. Namun, pelaksanaannya ditunda akibat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Flores.
“Tahun ini, rute perlombaan dipusatkan di dalam kawasan The Golo Mori dengan titik start dan finis di depan gedung GMCC.” kata Aji.
Pada penyelenggaraan tahun ini, perlombaan tetap mengambil titik start dan finis di depan Golo Mori Convention Center (GMCC).
Rute sepanjang 5 kilometer berada di dalam kawasan The Golo Mori, dengan lintasan 2,5 kilometer menuju titik balik dan 2,5 kilometer kembali menuju garis finis.
Konsep lari sore dipilih karena Golo Mori memiliki karakter lanskap perbukitan dan pesisir yang dinilai semakin menarik saat matahari terbenam.
“Pemilihan waktu sore hari dipilih karena panorama perbukitan dan pesisir semakin eksotis ketika matahari tenggelam,” jelas Aji.
Dengan konsep tersebut, peserta tidak hanya mengikuti aktivitas olahraga, tetapi juga mendapatkan pengalaman menikmati potensi kawasan Golo Mori.
Penyelenggara berharap Golo Mori Sunset Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkenalkan Golo Mori kepada masyarakat luas sebagai destinasi sustainable Marine-Based MICE yang dikelola ITDC.
GMSR 2026 juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui bazar di sekitar lokasi kegiatan.
Kehadiran UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada peserta dan pengunjung yang datang ke kawasan The Golo Mori.
Selain bazar, penyelenggara menghadirkan pertunjukan seni dan hiburan dari seniman lokal.
Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada perlombaan lari, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, komunitas lari, pelaku usaha, pelaku pariwisata, dan pemangku kepentingan.
Di tengah semangat mendorong GMSR sebagai agenda tahunan, aspek keselamatan peserta tetap menjadi perhatian.
Yulianus Weng mengingatkan para pelari agar tidak memaksakan kondisi fisik selama mengikuti perlombaan.
“Jangan paksa diri, tetap jaga kesehatan, junjung tinggi sportivitas,” tutupnya.
Sementara itu, pengalaman peserta menunjukkan bahwa konsep olahraga dengan panorama alam menjadi salah satu daya tarik GMSR.
Melania Gail, peserta dari Ruteng yang tergabung dalam komunitas Ruteng Runners, menilai rute GMSR memiliki tantangan tersendiri karena terdapat tanjakan dan turunan.
“Rutenya cukup menantang karena ada tanjakan dan turunannya. Namun, rasa lelah langsung terbayar begitu melihat pemandangan alam dan sunset Golo Mori yang sangat indah,” ujar Melania Gail.
Ia juga menilai konsep lari sore memberikan pengalaman berbeda.
“Lari sore dengan pemandangan sebagus ini memberikan pengalaman yang luar biasa,” katanya.
Menurut Melania, penyelenggaraan GMSR juga didukung lintasan yang nyaman dan aman.
“Jalur lintasannya steril, pemandangannya luar biasa, dan organisasi acaranya sangat rapi,” tutupnya.
Dengan perpaduan olahraga, panorama alam, UMKM, seni, dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, Golo Mori Sunset Run 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan olahraga, tetapi berkembang sebagai salah satu bagian dari promosi dan penguatan pariwisata Golo Mori.**





Tinggalkan Balasan