Memasuki babak kedua, Tim Panitia Penyelenggara bangkit dan memberikan tekanan.

Dua gol balasan berhasil dicetak, memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, Singa Tua FC mampu menjaga keunggulan.

Sosok Mario Pranda dan Richard Sontani menjadi kunci kemenangan sekaligus magnet utama dalam laga ini.

Kehadiran dua politisi muda Manggarai Barat tersebut memberi warna tersendiri bagi pertandingan eksibisi yang sarat makna sosial.

“Ini bukan sekadar pertandingan, tapi bagian dari komitmen kami mendukung pembangunan Gereja Paroki Reweng. Sepak bola menjadi medium untuk mempererat solidaritas,” ujar Mario Pranda dalam keterangannya kepada media.

Senada, Richard Sontani menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kontribusi bisa dilakukan dari berbagai cara, termasuk melalui olahraga yang menyatukan,” katanya.

Pertandingan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara olahraga, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan masyarakat Manggarai Barat.