Sementara itu, di Indonesia Barat, Bulan akan terbit ketika gerhana sudah memasuki fase totalitas atau mendekati puncaknya.

“Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB (atau tengah malam di wilayah WIT) saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi. Masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya Bulan,” ujarnya.

Secara tahunan, 2026 diproyeksikan mengalami empat kali gerhana, terdiri dari dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia.

Dalam catatan astronomi, peristiwa ini merupakan anggota ke-27 dari 71 anggota Seri Saros 133, yang sebelumnya terjadi pada 21 Februari 2008 dan diperkirakan berulang kembali pada 13 Maret 2044.

BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyampaikan informasi tanda waktu dan fenomena astronomi secara akurat dan tepercaya kepada publik.

Masyarakat diimbau mengikuti pembaruan cuaca dan panduan pengamatan melalui kanal resmi BMKG agar dapat menikmati fenomena langit ini secara optimal dan aman.**