BMKG mencatat, keseluruhan rangkaian gerhana—dari fase awal hingga berakhir—akan berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik. Fase parsial berlangsung 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas, ketika Bulan sepenuhnya berada dalam umbra Bumi, terjadi selama 59 menit 27 detik.
Fenomena perubahan warna Bulan menjadi kemerahan saat puncak gerhana bukanlah peristiwa mistis, melainkan proses ilmiah.
Warna merah muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) menembus atmosfer dan mencapai permukaan Bulan.
Plt. Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan astronomis, Gerhana Bulan Total akan mulai terjadi pada pukul 18.03.56 WIB.
Puncak gerhana diprediksi berlangsung serentak sesuai zona waktu, yakni 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Wilayah Indonesia Timur diperkirakan memiliki visibilitas lebih optimal karena dapat menyaksikan fase-fase awal gerhana saat Bulan terbit.





Tinggalkan Balasan